Selamat datang di website Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang

 

Kesenian Dusun Suwanting

Administrator01 17 Agustus 2017 15:11:47 WIB

  1. Kesenian Soreng

Kesenian soreng merupakan cerita rakyat yang disampaikan melalui kesenian tari prajuritan. Kesenian soreng menceritakan mengenai perang yang dipimpin oleh Aryo Penangsang dalam merebut tahta kerajaan Demak untuk dipindahkan ke Pajang. Aryo Penangsang berperang bersama dengan prajuritnya bernama Soreng Rono, Soreng Rungkut, dan Soreng Pati sehingga kesenian ini dinamakan kesenian soreng. Kesenian ini konon peninggalan nenek moyang yang hidup di lereng Gunung Merbabu dan Gunung Andong, tepatnya di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Di Dusun Suwanting, Kecamatan Sawangan sendiri kesenian soreng diinisiasi oleh Bapak Cipto dan diikuti oleh beberapa warga yang terbentuk dalam kelompok Cipto Budaya. Cipto Budaya ini selain tampil didalam Dusun Suwanting juga beberapa kali tampil diluar seperti di Candimulyo dan Kapuhan.

  1. Kesenian Cakalele (Cakarlele)

Kesenian Cakalele (Cakarlele) merupakan kesenian berupa tarian yang dipadukan dengan kesenian pencak silat dan dilakukan dengan menggunakan senjata. Tari ini dibawakan oleh 30 orang. Kesenian Cakalele berupa tarian perang yang berasal dari daerah Maluku Utara yang melambangkan penghormatan bagi leluhur mereka.

  1. Ketoprak

Ketoprak merupakan kesenian berupa sandiwara yang menceritakan kisah kerajaan-kerajaan di nusantara.

  1. Kuda Lumping

Tari tradisional ini dilakukan dengan menunggang properti berupa anyaman kuda.

  1. Topeng Ireng

Kesenian topeng ireng merupakan tarian yang berkembang di Kabupaten Magelang, kesenian ini juga kerap disebut dengan Dayakan karena kostum yang dikenakan mirip dengan pakaian Dayak.

  1. Karawitan
  2. Rebana
  3. Dangdut dan Campursari

 

English ver.

  1. Soreng

The art of Soreng tells a folktale in the form of a soldier-like dance. Soreng tells us the story of a war led by Aryo Penangsang, in which he attempted to seize Demak’s seat of power so it can be moved to Pajang. Aryo Penangsang battled together with his soldiers named Soreng Rono, Soreng Rungkut, and Soreng Pati, hence the dance is named Soreng. This art is believed to be a legacy of the elders who lived in the slope of Merbabu Mountain and Andong Mountain, specifically in Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

In Dusun Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, the movement and community of Soreng dance were initiated by Bapak Cipto and then followed by people of Cipto Budoyo arts community. Besides performing within Dusun Suwanting, Cipto Budoyo also had performed several times outside Suwanting such as in Candimulyo and Kapuhan.

  1. Cakalele

Cakalele or Cakarlele is an art in the form of dance and martial arts fusion, which also incorporates the usage of weapons. This dance is carried out by thirty people. Cakalele is a war-like dance from North Maluku which symbolizes a tribute to their elders. 

  1. Ketoprak

Ketoprak is an art in the form of play which tells the stories of kingdoms in Indonesia.

  1. Kuda Lumping

This traditional dance is enacted using properties of horse-shaped cane works.

  1. Topeng Ireng

Topeng ireng is a dance which evolves and develops in Kabupaten Magelang. In Suwanting, topeng ireng is also called Dayakan because the costume resembles that of Dayak people’s clothes.

  1. Karawitan
  2. Rebana
  3. Dangdut and Campursari

 

 

Nb :

Contact person

Cakarlele & kuda lumping

Pak wawan 087834144666

Dangdut & rebana

Pak Ferdi 087886548462

Dangdut, sholawat, campursari

Afexta 087834111366

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Facebook

Lokasi Kantor Desa

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung